Selasa, 13 Januari 2015

Komponen final drive




 Komponen final drive dan fungsinya


Final Drive


Final drive/gardan terdiri dari drive pinion geaar dan ring gear. drive pinion gear dibuat lebih kecil dri ring gear, karena untuk mereduksi putaran agar diperoleh momen putar yang lebih besar, dan fungsi dari drive pinion sendiri adalah untuk memberi putaran awal yang diderikan oleh poros propeler yang nantinya akan diteruskan oleh ring gear putarannya.
ring gear (gigi matahari) itu sendiri akan meriduksi putaran yang diberikan oleh pinion gear yang nantinya akan memutar side gear (roda gigi samping)yang akan mengubah gerak putar menjadi gerak lurus pada sistem final drive.
Fungsi dari side gear adalah :
•    Sebagai gigi perantara.
•    Akan memungkinkan putaran tidak sama saat berbelok.
•    Menyamakan putaran saat berjalan lurus.
Cincin dan roda gigi pinion adalah seperangkat cocok. Mereka dibelitkan (menyatu dan berputar bersama-sama dengan senyawa abrasive pada gigi) di pabrik. Kemudian satu gigi pada gigi masing-masing ditandai untuk menunjukkan keterlibatan gigi yang benar. Lapping menghasilkan operasi lebih tenang dan menjamin kehidupan gigi lagi.
Spider gears
Gears laba-laba laba-laba gigi satu set roda gigi bevel kecil yang mencakup dua roda gigi poros (diferensial gigi sisi) dan hvo pinion roda gigi (gigi diferensial pemalas). Roda gigi laba-laba me-mount dalam kasus diferensial. Sebuah poros pinion melewati dua roda gigi pinion dan kasus. Kedua roda gigi samping splined ke ujung as roda bagian dalam.
Final drive
Sebuah final drive final drive adalah bagian dari sistem transmisi daya antara poros drive dan diferensial. Fungsinya adalah untuk mengubah arah daya yang ditransmisikan oleh poros melewati 90 derajat ke as roda mengemudi. Pada saat yang sama. Memberikan pengurangan tetap antara kecepatan poros penggerak dan poros penggerak roda. Pengurangan atau rasio gigi dari drive akhir ditentukan dengan membagi jumlah gigi pada gigi cincin dengan jumlah gigi pada gigi pinion. Pada kendaraan penumpang, hal ini pengurangan kecepatan bervariasi dari sekitar 3:01-5:01. Dalam truk itu bervariasi dari sekitar 5:01-11:01. Untuk menghitung rasio poros belakang, menghitung jumlah gigi pada gigi masing-masing. Kemudian membagi jumlah gigi pinion menjadi jumlah gigi gigi cincin. Sebagai contoh, jika gigi pinion memiliki 10 gigi dan roda gigi cincin memiliki 30 (30 dibagi 10), rasio poros belakang akan 3:1. Produsen menginstal rasio poros belakang yang memberikan kompromi antara kinerja dan ekonomi. Rasio rata-rata penumpang mobil 3.50:1. Rasio poros yang lebih tinggi, 4.11:1 misalnya, akan meningkatkan akselerasi dan daya tarik, tetapi akan menurunkan ekonomi bahan bakar. Mesin harus dijalankan pada rpm yang lebih tinggi untuk mempertahankan kecepatan jelajah yang sama. Rasio rendah poros. 3:1, akan mengurangi akselerasi dan daya tarik, tetapi akan meningkatkan jarak tempuh bahan bakar. Mesin akan dijalankan pada rpm rendah tetap menjaga kecepatan yang sama. Komponen utama dari final drive gigi pinion termasuk, terhubung ke poros drive, dan bevel gear atau gigi cincin yang dibaut atau terpaku ke operator diferensial. Untuk menjaga keselarasan akurat dan tepat dan kontak gigi, roda gigi cincin dan perakitan diferensial dipasang di bantalan. Pinion bevel drive yang didukung oleh dua bantalan rol tirus, yang dipasang di operator diferensial. Ini poros pinion adalah straddle terpasang. Yang berarti bahwa bantalan terletak di setiap sisi gigi pinion poros. Segel minyak mencegah hilangnya pelumas dari perumahan di mana poros pinion dan poros poros menonjol. Sebagai seorang mekanik, and
a akan menemukan roda gigi final drive di bevel spiral dan desain hypoid. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 5-13.
Spiral bevel gear
Spiral bevel gear roda gigi spiral bevel telah melengkung gigi gigi dengan gigi pinion dan cincin di garis tengah yang sama. Jenis final drive digunakan secara luas dalam truk dan kadang-kadang dalam mobil tua. Desain ini memungkinkan untuk kontak konstan antara gigi cincin dan pinion. Hal ini juga memerlukan penggunaan pelumas kelas berat.
Hypoid gear
Hypoid gear drive gigi hypoid akhir adalah perbaikan atau variasi dari desain bevel spiral dan umumnya digunakan dalam truk ringan dan sedang dan semua roda belakang mobil domestik drive. Gigi hypoid telah menggantikan gigi spiral bevel karena mereka lebih rendah punuk di lantai kendaraan dan meningkatkan peralatan-meshing tindakan. Seperti yang anda lihat dalam gambar 5-13, jerat pinion dengan gigi cincin bawah garis tengah dan sedikit miring (kurang dari 90 derajat). Ini sudut dan penggunaan. 

PETUNJUK DAN SARAN PERBAIKAN DAN PERAWATAN DIFFERENTIAL(GARDAN) MOBIL:







1.    Real Axle Housing, bagian ini dapat dikatakan sebagai tumpuan berat muatan mobil, karena letaknya dibagian roda belakang, khusunya pada mobil muatan atau minibus. Pada mini bus jarang ditemukan bagian ini bengkok, kalaupun terjadi bengkok maka hal itu disebabkan oleh tabrakan. Pada truk sering ditemukan bagian ini bengkak. Hal ini disebabkan oleh muatan yang melebihi kapasitan. Bengkoknya bagian ini akan merusak as roda bahkan berusak pula gigi gardan. Untuk menghindari hal ini maka dalam memberikan muatan pada mobil harus memperhatikan kondisi per balakang. Kalau per sampai menyentuh menyentuh differential housing, resiko bengkok sangat besar.
2.    Gasket. Sebagai bagian untuk menghambat kebocoran oli gardan bagian ini juga penting. Kalau bocor akan mengakibatkan pelumasan pada gigi gardan tidak sempurna yang buntutnya kerusa¬kan pada gigi gardan. Gunakan gasket standard atau kertas gambar, jangan menggunakan karton tebal.
3.    Differntial Carrier. Gigi differential dipasangkan pada bagian ini. Untuk penyetelan ulang atau penggantian gigi baru bagian ini dilepaskan dari differential housing. Setelah dibersihkan dari sisa-sisa oli lalu dipasangkan pada tanggem. Untuk membongkar dan menyetel bagian ini perlu petunjuk khusus.
4.    Differential Ring Gear and Drive Pinion gear Kit. Dinamakan kit karena untuk memperbaiki differential cukup dengan mengganti bagian-bagian ini. Pada beberapa merk mobil banyak barang tiruan. Harganya selisih jauh. Walaupun tidak semua barang tiruan itu buruk namun Anda perlu berhati- hati untuk membeli kit ini. Repotnya pula umumnya toko tidak mau menerima kembali gigi yang sudah dicoba, walaupun pada penyetelan masih bunyi. Maka lebih baik membeli yang orisinil. Untuk lebih aman lagi, kendaraan Anda bawah ke bengkel dealer karena mereka akan memasangkan yang orisinil dan memberikan jaminan untuk suatu jangka waktu atau kilometer tertentu. Karena harga kit differential itu mahal maka sangat disarankan untuk tidak mudah memutuskan untuk membongkar kalau mendengar suatu gejala bunyi. Untuk memastikan lebih baik Anda mencoba dengan menjalankan mobil pada jalan datar. Pada kecepatan 40 samapi 80 kilometer/jam, perhatikan; kalau gigi gardan rusak maka pada setiap menambah kecepatan ada bunyi dan waktu melepaskan pedal gas model bunyi pertama hilang dan muncul model bunyi kedua. Bunyi juga bisa disebabkan oleh rusaknya bearing roda dan permukaan ban. Bunyi yang ditimbulkan oleh kedua bagian ini lain dan sangat jelas pada saat kecepatan 80 sampai 100 km/jam gigi transmisi Anda freekan.
Sangatlah penting sebelum membongkar bagian ini, mengadakan penelitian yang saksama. Kurangnya pengalaman bisa mengakibatkan usaha perbaikan tidak menemui hasil yang diinginkan. Maka pemeriksaan penyebab bunyi seperti ban dan bearing roda serta bunyi knalpot perlu diteliti satu persatu. Melanjuti tulisan minggu lalu tentang judul ini maka kita perhatikan kembali urutan gambar minggu lalu.
5.    Bagian dari differetian carrier ini untuk mengancing salah sisi dari bearing ring gear. Ulir pada bagian ini memudahkan mintir menyetel bidang singgung dengan drive pinion. Hasil penyetelan dari bagian ini tidak bisa langsung jadi karena kalau tampak bidang yang bersinggungan tidak baik maka penyetelan harus diulangi dari pertama lagi yaitu melepaskan drive shaft. Ini hanya sekedar suatu gambaran singkat rumitnya penyetelan differ¬ential mobil.
6.    Kedua bearing yang mengancing drive shaft ini harus diganti kalau waktu membongkar tampak ada titik- titik hitam atau sudah berwarna kehitaman karena dengan tetap menggunakan bearing seper¬ti ini hasil penyetelan yang sudah baik akan berubah menjadi kendor lagi dan mempercepat keausan bahan bearing, akibatnya akan membuat drive shaft maju dan mundur dan merusak bidang singgung antara ring gear dengan drive gear.
7.    Oil seal yang terletak di bagian ujung dari dari differential housing ini berfunggi mencegah agar oli tidak habis. Kalau Anda menemukan di sekitas bagian ini ada basah akibat rembesan oli sebaiknya segera mengganti seal baru. Lepaskan propeler shaft dan kendurkan mur yang mengancing drive gear. Untuk melepaskan mur ini harus menggunkan kunci momen. Perhatikan untuk sampai bisa kendur membutuhkan momen berapa kg/cm2. Hal ini penting untuk waktu pemasangan kembali. Kekerasannya harus sama. Karena beda besarnya maka kekerasan pengancingannyapun berbeda. Kalau Anda ragu-ragu sebaiknya bertanya ke dealer merk mobil tersebut.Memesangkan seal ini harus duduk dengan baik dan rata. Bersihkan differential carrier sehingga waktu seal masuk tidak terjadi kebocoran. Boleh juga menggunakan sedikit cairan gasket pada sisi luar dari seal. Pada mobil yang sudah tua, bisa terjadi bahwa walaupun prosedur pemasangan sudah betul tetapi oli tetap bocor. Selanjutnya perlu memperhatikan Universal Joint Flange.
8.    Universal joint flange ini adalah bagian yang meneruskan putaran propeler shaft ke differential disampinng itu ia juga berfungsi sebagai penyumbat agar oli tidak keluar. Bagian ini selalu berputar sesuai dengan putaran proper shaft. Walaupun terbuat dari baja ia juga aus termakan oleh seal yang terpasang pada ujung differential carrier. Hal inilah yang menyebabkan oli terus keluar walaupun sudah mengganti dengan seal baru. Untuk mengatasi kondisi seperti ini biasanya montir melepaskan per yang ada pada seal dan mambuatnya menjadi lebih pendek. Sepintas lalu bisa mengatasi tetapi tidak tuntas, karena karet dipaksa menyesuikan dengan bagian yang sudah menyecil. Tindakan yang paling aman tentu dengan mengganti flange baru. Penulis menyrankan lakukan 2 tindakan: Pertama, seal baru pemasangannya tidak tepat pada dudukan seal yang lama. Artinya digeser maju atau mundur sekitar 1 mm. Kedua sisi dalam flange dibuat lebih pendek 1 mm juga atau menempatkan satu ring baja setebal 1 mm (harus ring baja) pada ujung dalam. Tindakan ini juga dimaksudkan untuk menggeser bidang yang sudah aus tidak lagi bersinggungan dengan seal. Dengan tindakan ini hasilnya lebih bagus.
9.    Differential pinion atau montir menyebutnya gigi satelit. Gigi ini yang mengatur supaya pada saat mobil menikung kecepatan roda kiri dan kanan bisa saling menyesuikan diri. Roda pada sisi sudut dalam harus lebih lambat putarannya dibandingkan dengan putaran bagian luar. Keausan pada gigi ini biasanya menimbulkan gejala pada saat mobil mau berangkat atau pada saat berjalan kalau mau menambah kecepatan atau memperlambat ada bunyi akibat kelonggaran. Ini bisa disebabkan oleh ausnya as pinion atau specer. Montir biasanya mengatasi dengan mengganti as baru dan memberi lapis lebih tebal pada side gearnya.
10.    Mur pengancing drive shaft ini sering kurang diperhatikan. Tidak terlintas untuk memeriksa apakah masih terkancing dengan baik terutama pada mobil muatan. Kalau mur ini kendor akan mengakibatkan drive shaft bergerak maju dan mundur. Akibat dari gerak-nya ini maka terjadilah perubahan bidang singgungan pada ring gear dengan drive shaft. Mula- mula akan terjadi bunyi dengung dan suatu saat bahkan gigi- gigi di dalam differential bisa rontok.Sangat dianjurkan pada truck besar setiap 3 sampai 6 bulan memeriksa kekerasan mur ini dan setiap tahun pada kendaraan ringan. Differntial yang terawat dengan baik bisa bertahan sampai lama dengan sendirinya tidak perlu menguras kantong Anda.

Selasa, 06 Januari 2015

Sistem pemindah tenaga

Sistem pemindah tenaga - System pemindah tenaga dapat juga dimaksud sistem pemindah daya  pada mobil (power train), adalah suatu mekanisme yang memindahkan tenaga dari mesin ke roda.

System pemindah tenaga menurut letak mesin mobil bisa dibedakan jadi empat jenis yakni :
1. Mesin depan penggerak belakang (front mesin rear drive).
2. Mesin depan penggerak depan (front mesin front drive).
3. Mesin belakang penggerak belakang (rear mesin rear drive).
4. Mesin depan penggerak empat roda (four wheel drive).

System pemindah tenaga yang ada dalam mesin terdiri jadi bagian-bagian yakni :

System pemindah tenaga yang ada dalam mesin terdiri jadi bagian-bagian yakni :  1. Sistem Pemindah Tenaga Kopling  Kopling mobil terdapat di antara mesin serta transmisi. Berperan menghubungkan serta melepas putaran dari mesin yang menuju transmisi. Diluar itu kopling juga dipakai untuk memperhalus perpindahan roda gigi transmisi.

1. Sistem Pemindah Tenaga Kopling

Kopling mobil terdapat di antara mesin serta transmisi. Berperan menghubungkan serta melepas putaran dari mesin yang menuju transmisi. Diluar itu kopling juga dipakai untuk memperhalus perpindahan roda gigi transmisi.
Dari uraian diatas untuk mengoptimalkan manfaat kopling, maka kopling mesti bisa penuhi kriteria seperti berikut :
  • Kopling mesti bisa menghubungkan mesin dengan transmisi dengan cara lembut.
  • Kopling mesti bisa membebaskan jalinan dari transmisi dengan prima serta cepat.
  • Pada waktu menghubungkan ke transmisi, sistem kopling mesti bisa memindahkan tenaga tiada berlangsung kurang slip.

2. Sistem Pemindah Tenaga Transmisi

Berperan untuk pengatur besar-kecilnya output tenaga mesin sesuai sama dengan keadaan perjalanan. Transmisi dipakai untuk merubah tenaga mesin jadi peristiwa sesuai sama dengan keadaan perjalanan maupun waktu kendaraan mesti jalan mundur.

Ada dua type transmisi yang dipakai pada kendaraan yakni transmisi manual serta transmisi automatis. Transmisi manual mengatur besar kecilnya tenaga yang keluar menuju roda memakai roda gigi transmisi. Sedang transmisi automatis dalam perpindahan tenaga satu diantaranya memakai planetary gear, torque converter, serta hydraulic control unit.

3. Propeller shaft

Propeller shaft pada kendaraan penggerak belakang berperan menyalurkan output tenaga dari transmisi menuju differential. Propeller shaft di buat dari baja yang mempunyai ketahanan pada daya bengkok ataupun puntiran.Propeller shaft ada dua jenis yakni :
  • 2-joint jenis propeller shaft, propeller yang cuma memakai u-joint pada ke-2 ujung propeller.
  • 3-joint jenis propeller shaft, propeller yang memakai u-joint pada ke-2 ujung propeller serta ada center bearing di dalam propeller.

Univesal joint atau u-joint dipakai untuk meredam pergantian pojok untuk memperhalus perpindahan tenaga dari transmisi ke differential. U-joint ada dua jenis :
a. U-joint jenis solid bearing cup
b. U-joint jenis shell bearing cup

4. Differential

Differential berperan memindahkan serta membagi tenaga mobil ke roda saat jalan lurus ataupun saat berbelok. Differential terdiri jadi dua sisi yakni final gear serta differential gear yang berperan seperti berikut :

a. Final gear, berperan jadi besar peristiwa yang masuk dalam differential. Final gear terbagi dalam drive pinion serta ring gear. Final gear ini memiliki dua jenis yakni :
  • Jenis hypoid bevel gear, yang mempunyai persinggunan roda gigi yang besar serta bekerja benar-benar halus. Jenis ini umum dipakai untuk kendaraan penggerak roda belakang.
  • Jenis helical gear, pada jenis ini pada ring gear serta drive pinion senantiasa bersinggungan pada lokasi yang sama. Helical gear bisa memindahkan peristiwa dengan benar-benar lembut dan getaran serta bunyi yang dihasilkan benar-benar halus. Jenis ini umum dipakai pada kendaraan penggerak roda depan.
b. Differential gear, berperan untuk membuahkan kecepatan putaran roda yang tidak sama waktu kendaraan bertukar arah. Differential gear terbagi dalam differential pinion serta side gear yang terkait dengan axle.

Differential tediri dari dua jenis yakni konvensional differential serta limited-slip differential. Perbedaan yang ada pada type differential bisa di ketahui dari konstruksi serta komponen yang dipakai pada differential. Komponen yang ada dalam differential konvensional terbagi dalam drive pinion, ring gear, differential pinion, differential case, differential pinion shaft, serta side gear.

Limited-slip differential adalah type differential yang berperan untuk kurangi kerugian tenaga pada roda disebabkan terjadinya wheel-spin. Limited-slip differential memiliki dua jenis karekteristik yakni Limited-slip differential peka dengan torsi serta Limited-slip differential peka dengan kecepatan. Menurut mekanismenya Limited-slip differential terdiri jadi tiga jenis, Limited-slip differential jenis Viscous, Limited-slip differential jenis Clutch serta Limited-slip differential jenis Gearing/full mechanical dimaksud juga torsen differential.

a. Limited-slip differential jenis viscous

Limited-slip differential jenis ini nyaman jika dipergunakan untuk harian, lantaran memakai fluida/oli. Limited-slip differential ini waktu satu diantara roda memperoleh keunggulan torsi, oli bakal mengental serta menyebabkan dampak mengunci pada roda itu hingga tenaga disalurkan ke roda yang lain. Kekurangan dari Limited-slip differential jenis viscous terdapat pada kekuatan untuk menahan slip yg tidak terlampau terbaik, serta bisa bisa saja berlangsung wheel-spin.

b. Limited-slip differential jenis clutch

Limited-slip differential jenis ini bereaksi pada torsi dari propeller shaft. Makin cepat rotasinya, maka makin keras penekanan kopling (clutch) pada differential. Kekuatan Limited-slip differential jenis clutch untuk menahan slip cukup terbaik, lantaran saat lakukan oversteer, system ini bekerja pada torsi serta kecepatan. Serta untuk drifting, Limited-slip differential yang direferensikan yaitu type ini lantaran kemampuannya untuk men-sense torsi serta kecepatan. Kelemahannya Limited-slip differential jenis ini terdapat pada perawatannya disebabkan kopling yang bakal cepat aus.

c. Limited-slip differential jenis gearing (torsen differential)

Limited-slip differential jenis ini benar-benar kuat untuk menahan slip serta bebas perawatan. Limited-slip differential jenis ini benar-benar tergantung pada torsi, bukan hanya kecepatan setiap as roda. Kelebihan Limited-slip differential jenis gearing yg tidak dipunyai oleh Limited-slip differential jenis clutch yaitu dapat digunakan untuk mengatur torsi pada as roda depan serta as roda belakang pada mobil-mobil 4WD.

Limited-slip differential jenis gear adalah kombinasi dua manfaat utama differential, yang ditujukan agar differential bisa bekerja dengan cara maksimal. Berbentuk penghantaran tenaga dari mesin menuju ke ke-2 axle, serta perbedaan putaran dari ke-2 axle waktu berlangsung perbedaan traksi. Untuk Kombinasi ini sangat mungkin penambahan jumlah torsi yang bisa di sampaikan oleh axle dalam seluruhnya keadaan traksi, tiada terlampau membatasi diferensiasi. Diferensiasi dibutuhkan untuk mengakomodasi kecepatan perputaran yang tidak sama pada axle kendaraan waktu berbelok serta perbedaan putaran antar roda.

Ciri-ciri yang ada dalam torsen diferensial lebih dibanding dengan ciri-ciri penyaluran tenaga yang ada pada differensial konvensional. Dan Axle penggerak pada differential konfensional berkenaan dengan bevel gear set yang dirancang untuk membagi torsi sama antar axle penggerak. Penyusunan ini tak lagi mensupport perbedaan torsi antar axle penggerak, serta untuk mengakibatkan kendala diferensiasi yang dihasilkan benar-benar kecil.

Untuk misal, apabila satu diantara roda kehilangan traksi, pemindahan torsi pada axle yang satunya tak optimal hingga berlangsung wheel-spin pada roda yang memperoleh traksi lebih kecil. Ini yaitu persoalan yang kerap berlangsung pada differential konvensional. Oleh karena itu torsen differential dipakai untuk meminimalisir terjadinya keunggulan torsi pada axle yang memperoleh traksi lebih kecil, serta menyalurkan torsi pada axle yang memperoleh traksi semakin besar sesuai sama dengan penyusunan invex gear.

Limited-slip differential jenis gear bisa membagi torsi keluaran yang tidak sama antar roda lantaran mempunyai susunan serta komponen yang tidak sama dengan differential konvensional. Limited-slip differential jenis gear tersusun dari komponen-komponen berbentuk ring gear, flanged body, side gear, pinion, serta cover yang tersusun.

Limited-slip differential jenis gear bekerja seperti diffefrential biasanya namun bisa mengunci bila torsi tidak seimbangan berlangsung, rasio torsi maksimum tidak seimbangan yang diputuskan oleh Torque Bias Ratio (TBR). Saat Torsen memiliki perbandingan TBR 3 : 1, bermakna bahwasanya satu segi differential memperoleh torsi hingga 75% sesaat segi lain cuma memperoleh torsi 25% dari torsi diaplikasikan. Waktu keadaan percepatan traksi berbeda, axle yang memperoleh traksi semakin besar bakal memperoleh torsi yang semakin besar hingga tak lagi berlangsung wheel-spin.

Saat perbedaan traksi melebihi TBR, segi axle yang lebih lambat bakal terima torsi dari segi axle yang lebih cepat dikalikan dengan TBR, torsi penambahan yang tersisa disalurkan menuju axle yang lebih cepat dari segi differential (Wikipedia, 2010). Pada gambar dibawah ini dipertunjukkan kerja torsen differential waktu ke-2 axle memperoleh traksi yang sama serta waktu ke-2 axle memperoleh traksi yang tidak sama. 

5. Poros penggerak roda

Poros penggerak roda berperan untuk melanjutkan putaran serta tenaga dari differential menuju ke roda. Poros penggerak roda disamping melanjutkan tenaga, juga berperan untuk menanggung beban kendaraan. Ada dua type utama poros penggerak roda yakni poros menanggung serta poros melayang.
a. Poros jenis menanggung yakni jenis full floating, jenis semi- floating, serta jenis ¾ floating.
1) Jenis full floating
Konstruksi poros roda jenis ini berbentuk bearing teretak di antara axle housing serta wheel hub. Lantaran beban seluruh kendaraan dipikul oleh axle housing pada jenis ini, maka axle cuma dibutuhkan untuk memutarkan roda. Poros penggerak jenis full floating ini umum dipakai pada kendaraan berat, lantaran poros roda tak memperoleh beban yang terlalu berlebih.
2) Jenis semi floating
Poros penggerak jenis ini bearing terpasang pada axle housing serta poros axle serta roda terpasang segera pada poros. Poros diperlukan untuk menyangga semua berat kendaraan serta juga beban kendaraan waktu berbelok. Poros penggerak jenis ini konstruksinya simpel hingga banyak dipakai pada kendaraan penumpang.
3) Jenis ¾ floating
Pada jenis ini pada axle housing serta wheel hub dipasang menyatu serta roda terpasang segera pada poros. Beberapa besar berat kendaraan ditahan oleh housing terkecuali waktu belok ada beban pada poros axle.

b. Poros jenis melayang yakni constant velocity joint (cv joint)

Constant velocity joint atau kerap dimaksud CV joint adalah poros yang dipakai untuk mentransfer daya dari differential menuju roda yang bisa dibelokan dengan pojok yang fleksibel dengan kecepatan konstan. CV joint diperlukan untuk mengarahkan roda waktu suspensi bergerak ke atas serta ke bawah. CV Joint umum diterapkan pada kendaraan dengan penggerak roda depan (front wheel drive), 4 wheel drive, serta penggerak roda belakang (rear wheel drive) dengan suspensi independent.

Ada dua type CV Joint yang umum dipakai pada kendaraan, yakni :

a. CV Joint type birfield

CV Joint yang ada pada gambar dibawah ini adalah CV Joint type birfield. CV Joint type ini komponen utama yang dipakai yaitu roller ball sejumlah enam, cage untuk pembatas pergeseran roller ball, serta inner race untuk tempat roller ball berputar. Susunan komponen yang ada pada CV Joint.

b. CV Joint type tripod

CV joint yang ada pada gambar dibawah ini adalah CV Joint type Tripod. CV Joint type ini memiliki komponen utama berbentuk roller groove untuk rumah roller, snap ring untuk pengunci roller, roller untuk pemutar serta penentu belokan, serta spider untuk tempat roller berputar. Susunan komponen CV Joint type Tripod.

Jenis jenis sistem pemindah tenaga

Bagian bagian utama sistem pemindah tenaga :

1. Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan tenaga/ putaran mesin ke transmisi
2. Transmisi berfungsiuntuk mengatur perbandingan putaran motor dengan poros penggerak aksel sehingga menghasilkan momen puntir yang di inginkan.
3. propoler shaft berfungsi untuk menghubungkan dan meneruskan putaran dari transmisi ke differential dengan sudut yang bervariasi.
4. Difeerensial/gardan berfungsi untuk memindahkan arah putaran poros propeler menjadi putaran maju mundur, selain itu gardan juga berfungsi untuk menyeimbangkan putaran roda saat berbelok.
5. Poros roda berfungsi untuk meneruskan putaran dari gardan ke roda.

Sistem pemindah tenaga penggerak roda belakang.
- sistem pemindah tenaga roda belakang dengan motor depan
 keuntungan  kenyamanan pada jalan aspal baik.
kerugian : jika pada aksel belakang beban tidak cukup maka besar kemungkinan terjadigejala selip.

- sistem pemindah tenaga roda belakang  dengan mesin di belakang


keuntungan : pada jalan licin traksi baik
kerugian : apabila pada aksel depan kurang beban maka kemungkinan gejala selip besar.

Sistem pemindah tenaga penggerak roda depan.
- Penggerak roda depan dengan motor memanjang

keuntungan : keamanan tinggi jika terjadi selip roda masih stabil, traksi tetap baik walaupun tidak banyak beban pada aksel roda beban.
kerugian : kontruksi bagian depan menjadi panjang sehingga tidak praktis, jika aksel belakang banyak beban maka kemungkinan terjadi selip.

- Penggerak roda depan dengan motor melintang

 keuntungan : praktis
kerugian : bila beban pada aksel belakang banyak maka kemungkinan terjadi selip

Sistem pemindah tenaga penggerak empat roda

keuntungan : traksi baik di segala jalan
kerugian : mahal dan berat.